"Jangan pernah harap orang tuamu ini wariskan uang. Kita lebih suka wariskan kalian ilmu dengan disekolahkan. Uang warisan bisa habis, tapi ilmu tidak pernah."
- Fanny Fajarianty (via kuntawiaji)
- Fanny Fajarianty (via kuntawiaji)
- TS (via tirtasuganda)
- (via senjaya)
- Me (via herricahyadi)
- ” Man ghaba ‘anil ‘ain sallahul qalb “ (via kurniawangunadi)
(Source: fauzan-arif, via ararsyaf)
Saya sudah membeli kamera tahan air. Sunblock bisa kita beli sebelum berangkat. Handuk selalu tersedia, dan kita selalu percaya bahwa minuman kaleng adalah teknologi. Jadi kapan kita ke pantai?
Saya butuh dibohongi, seperti laut yang berpura-pura biru, padahal dia tidak berwarna. Seperti langit yang berpura-pura cerah, lalu berubah keemasan, padahal sebenarnya hitam. Seperti kapal layar yang terlihat membesar di cakrawala, padahal dia selalu kecil dan siap ditelan ombak.
Saya akan menyiapkan bekal dalam keranjang dan topi jerami. Tapi jika itu berlebihan, saya hanya akan memotret ikan. Lalu kita, dengan snorkel. Mungkin matahari, sebagai pembohong, sekaligus penafkah terbaik bagi bumi. Karang-karang dan kulit kerang. Saya akan memotret laut dangkal.
Jadi kapan kita ke pantai?
Saya butuh menulis di pasir. Menulis satu-dua kata tentang ketidak-ikhlasan. Agar semua hilang ketika pasang datang dan kita pulang.
(via isnidalimunthe)
-
Raphael (TMNT) Quote [Edited].
Dedicated for all of you, Im_possiblers. You still the winner ‘till today :)
(Source: faldomaldini)
-
Fahd Djibran, Perjalanan Rasa (via sinaza)
Alangkah indahnya jika ia berjalan seiring. Jika cita-cita kita adalah untuk mereka.
(via imransyahrizal)
-
Fala
Kita akan berjalan seiring …
(via kurniawangunadi)
(Source: sanggupkah, via nurlailyy)
Ustadz Bendri Jaisyurrahman
Alumni Gathering PPSDMS Nurul Fikri, Sabtu 25 Mei 2013
Dinotulensikan oleh @yasirmukhtar, dengan beberapa penyesuaian.
Bab mengenai pernikahan selalu menarik dan penting untuk dibahas. Bukan hanya karena soal romantisme-nya. Sebab pernikahan bukan hanya…